membuka wawasan baru

menjAga Iman

Iman itu ibarat harta jika kita tidak menjaganya dengan baik maka ia bisa hilang.

Jika iman naik turun sehari-hari itu biasa, asalkan, sebagaimana dicontohkan para sahabat, secara garis besar grafiknya menaik sampai puncaknya saat nyawa kita diambil kembali oleh Pemiliknya.

Artinya turun sedikit karena tidak disengaja ya apa boleh buat, istighfarlah karena pintu taubat Allah sangat luas. Namun sesudah itu, ‘ibadah dan ‘amal shalih harus dipacu dengan perbaikan yang melesatkan iman lebih tinggi dari sebelumnya.

Berikut ini sejumlah tips praktis harian untuk memelihara grafik besar iman untuk terus meningkat.

1. Kata terakhir dan kata pertama.

Pastikan bahwa ‘Allah’ adalah kata terakhir yang terucap sebelum Anda terlelap, begitu juga kata yang pertama terucap saat Anda terbangun. Mudah-mudahan cara ini akan mendorong Anda untuk mengisi waktu diantara kedua saat itu dengan sebanyak mungkin mengingat Dia.
READMORE
 

6 Manfaat Kesehatan Mendengar Musik....!!




 Mendengarkan musik bukanlah sekedar hiburan semata. Tanpa Anda sadari, alunan musik sebenarnya telah memberikan perubahan suasana hati dan bahkan membantu Anda untuk berkonsentrasi.

Sebuah studi menunjukkan, mendengarkan lagu dapat memberikan efek pada beberapa bagian otak, yang bertanggung jawab terkait memori dan pengelihatan.

"Sebagai contoh, sebuah penelitian terbaru di Kanada menunjukkan bahwa ada hubungan kausal antara musik dan bagian inti dari otak yang bereaksi terhadap rangsangan (makanan, cahaya, seks)," kata Dr Victoria Williamson, dosen psikologi dari Goldsmith College London.

Lantas apa saja manfaat kesehatan yang bisa Anda dapat dengan mendengarkan musik?

1. Meningkatkan suasana hati (Mood)
Reaksi orang ketika mendengarkan musik umumnya berbeda-beda. Tetapi, apapun pilihan musik Anda, sebuah penelitian 2011 di Kanada, yang diterbitkan jurnal Nature Neurosciencemenunjukkan bahwa mendengar musik favorit Anda dapat membantu mencairkan suasana hati yang buruk.
READMORE
 

berada Dalam Kemunafikan !!!!

Kemunafikan. Kata ini selalu mengganggu saya akhir-akhir ini. Entah mengapa, setiap sedang merenung atau sedang berpikir, selalu saja kata itu muncul dan akhirnya, saya pun mulai berpikir tentang itu, hingga akhirnya, terciptalah tulisan ini, sebuah tulisan tentang kemunafikan. Dan mungkin, akan ada satu-dua tulisan lainnya tentang kemunafikan yang akan saya buat. Jadi, mohon maaf apa bila ada yang tersinggung atau merasa tidak sependapat dengan apa yang akan saya katakan lewat tulisan ini. Perbedaan itu wajar, bukan ? hehehe..

Jadi begini, menurut saya, setiap orang itu pasti pernah terjebak dalam satu hal yang bernama kemunafikan. Kemunafikan itu sendiri dapat berupa banyak hal. Ada kemunafikan yang memang sudah munafik sejak awalnya atau jelas-jelas munafik, ada juga kemunafikan yang sekilas terkesan tidak munafik atau bahkan terkesan baik. Ini saya sebut sebagai kemunafikan terselubung. Yang pada akhirnya membedakan orang-orang tersebut adalah, apakah mereka, pribadi lepas pribadi, memutuskan untuk mendobrak keluar dari kemunafikan itu, atau justru membiarkan dirinya terjebak dalam kemunafikan tersebut. Atau bahkan menikmati hal itu.
READMORE
 

sosok Ibu











Ibu!
Bu, hari ini adalah Hari Ibu sedunia. Di sini, orang-orang amat gembira memperingatinya. Mereka memberi hadiah dan memeluk ibunya. Ada juga yang mengajak ibunya jalan-jalan atau shopping di mall. Ada juga yang mengajak ibunya ke restoran makan-makan sambil bergurau. Mereka sungguh bahagia kelihatannya, Bu!


Selamat Hari Ibu, Ibu!
Engkau adalah ibu sekaligus malaikat buat kami, anak-anakmu. Engkau mengandungkan kami dalam masa sembilan bulan. Waktu yang cukup lama membawa kami ke mana kakimu melangkah. Engkau tidak mengeluh berapa beratnya. Engkau tidak memaki-maki ketika kami menendang-nendang dalam perutmu. Engkau malah mengelus-elus perutmu dengan belaian tangan kasih sayang sambil berkata dengan senyuman, "Cup! Cup! Cup! Jangan nakal, Nak! Semoga engkau tumbuh menjadi anak yang sholeh atau sholeha, kelak!"
READMORE
 
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
individu merdeka
nama saya Madan Budiono, bisa d panggil Ucok. lahir di Medan tanggal 04 Juli 1992. anak dari Ir. Gunawan Kusnan dan Berliana Butar-Butar. saya merupakan anak pertama dan terakhir. kini sedang menjalani studi di Sulawesi selatan tepatnya di makassar untuk mengejar selembar ijazah yang berwarna. kini tinggal menunggu hingga saatnya bisa menggenggam kertas berwarna itu. terkadang saya mulai merasakan kegerahan akan sebuah perjalanan kehidupan yang monoton adanya, di mana hanya terdapat sebercak cahaya yang tak pernah tergapai, ingin ku ukir sebuah perjalanan hingga akhirnya aku bisa mengubah sebercak cahaya menjadi cahaya yang menyilaukan. "TALK LESS DO MORE".
Lihat profil lengkapku

Followers